Tren Tas Batik

Tas batik kini sudah menjadi tren. Tas batik kini merambah ke kota-kota besar di Indonesia. Mulai dari pejabat, selebritis hingga pegawai swasta tak mau ketinggalan. Lantas apa yang menjadi daya tarik sebuah tas batik hingga banyak orang berlomba untuk memilikinya?

Tren-Tas-BatikTas Batik memang cukup menarik. Sifatnya yang personal dengan puluhan macam model pilihan menjadi faktor utama sebuah tas batik untuk berhadapan dengan tas import branded. Dahulu di awal tahun 2010, model tas batik masih berkiblat pada tas tas kenamaan Eropa dengan model kurang dari 10 buah saja, tapi kini produsen tas batik menawarkan beragam desain yang makin unik dan keluar dari pakem. Mulai dari desain yang asimetris, konsep 2 sisi berbeda hingga model yang dapat ditukar bagian luar dan dalam tas. Tentunya hal itu tidak akan ditemui pada tas tas branded. Ukuran pun dapat diadjust sesuai dengan postur pemakai, dari kecil hingga extra besar tersedia. Bisa dibilang, tas batik menjadi trend yang berkembang sangat cepat dibandingkan trend fashion lainnya

Kain batik yang dipergunakan untuk membuat tas batik juga semakin variatif. Walaupun masih didominasi kain batik  berusia tua dari daerah di pulau Jawa, tetapi tidak menyurutkan para pecinta tas batik dari luar pulau dan manca negara. Kain batik berusia tua atau yang dikenal dengan istilah lawasan memiliki nilai history dan aura tersendiri. Pada batik lawas, titik atau isian terlihat lebih rapat dan detil. Beberapa kain yang saat ini cukup popular sebagai bahan baku tas diantaranya kopi tutung, batik 3 negeri tjoa, adik baji pekalongan dan hokokai. Kain batik tersebut akan semakin cantik jika dipertemukan dengan kulit reptile dengan warna warna candy glossy maupun kulit sapi. Rata rata kain batik lawasan yang dihargai tinggi diproduksi antara tahun 1920 hingga 1965.

 Eksklusifitas tas batik

Sama halnya dengan baju distro yang popular dikalangan remaja, tas batik juga dibuat dalam jumlah terbatas. Material kain batik tulis yang sudah tua dan tidak ada duanya membuat tas batik tidak mungkin dibuat dalam jumlah massal. Selembar kain hanya bisa dibuat antara 2 hingga 6 buah tas batik saja. Belum lagi jika kain tersebut memiliki beberapa tisikan maupun robek, maka semakin sedikit pula jumlah tas yang dihasilkan. Jadi begitu kain habis, maka lupakanlah mimpi anda memiliki tas batik yang serupa. Pada kain lawasan, nilai ekslusifitas juga bertambah dari sejarah kain itu sendiri. Ada kain batik tertentu yang diproduksi oleh pengusaha batik kenamaan asal Belanda seperti Batik Van Zuelen, Frank Fronquemont dan Mat Zelaar. Jelas batik batik seperti ini sangat tidak lazim dan hanya dimiliki oleh para kolektor  ternama. Adapula kain batik yang sudah tidak diproduksi lagi karena putusnya regenerasi keluarga atau penggunaan warna langka dengan resep rahasia serta masih banyak lagi alasan sebuah kain batik menjadi eksklusif. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi para pemilik tas batik yang berhasil mendapatkannya dengan susah payah dan harga mahal

Disamping kain batik lawasan, untuk menjangkau penggemar batik berbagai kalangan, produsen tas batik juga menawarkan tas-tas yang berbahan batik cap, mengingat batik cap masih dikategorikan sebagai warisan kebudayaan kain tradisional Indonesia. Menggunakan bahan batik cap dengan kombinasi kulit original ataupun sintetis membuat ongkos produksi lebih murah dan dapat menjangkau lebih banyak penggemar batik. Namun demikian ekslusifitas tetap terjaga karena tas batik masih dibuat handmade dalam jumlah yang terbatas, belum dapat dibuat secara massal.

Harga Tas Batik

Apakah harga tas batik mahal? Mahal atau tidak menurut pecinta tas dan batik adalah relative. Harga tas batik yang dipadukan dengan kulit hewan original dipasaran saat ini antara 450 ribu hingga 4 juta rupiah. Semakin mahal, pasti ada nilai lebih yang didapatkan. Apalagi jika kita telah memahami historis kain batik yang digunakan, semua menjadi sepadan. Tas batik dengan brand yang telah matang pun masih laku dijual dalam kondisi bekas. Jika kita sadari, hal ini menunjukkan hal yang positif dimana produk dalam negeri ternyata bisa bersaing dengan produk import dan telah memiliki tempat tersendiri di hati konsumen Indonesia. Selain itu, fakta tersebut menjadi indicator membaiknya daya beli masyarakat khususnya di kota kota besar.

Sebagai salah satu produsen tas batik, Kriyalea pun menawarkan tas batik dengan beragam desain dengan harga yang relatif murah. Walaupun belum menggunakan kulit original, namun kulit sintetis yang digunakan mempunyai kualitas yang teruji. begitu juga dalam pemilihan bahan batik dipilih hanya batik-batik cap dan tulis yang berkualitas.

Semoga bermanfaat (kk_52)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!

ORDER & DELIVERY

Telp/SMS : 0822-16902044
BBM : 7E6D9C64
YM : cHat With mE
email : kriyalea@gmail.com

Pengiriman dilakukan setiap Hari Selasa dan Kamis.

LIKE US ON FACEBOOK

TRANSLATION

Live Traffic Feed

Feedjit Widget
free counters