NOKEN TAS ETNIK KHAS PAPUA

Bagi anda yang modis dan fashionable, nama-nama tas bermerk seperti hermes, Louis Vuitton, Gucci dan lain-lain, pasti tak asing lagi bagi anda. Namun tahukah anda, indonesia juga mempunyai sebuah tas etnik yang keindahan tak kalah dengan tas-tas bermerk tersebut. Uniknya lagi tas ini dibuat oleh orang papua.

Noken. itulah nama tas yang telah saya paparkan diatas.

tas noken

Pengertian dan cara membuat Noken

Noken adalah sejenis tas tradisional yang terbuat dari kulit kayu lokal yang banyak tumbuh di Papua. Kulit kayu ditumbuk, kemudian dilakukan proses pengawetan yaitu dengan merendam ke dalam air agar serat kayu bertambah kuat. Lalu, kulit kayu dipilin menjadi benang seperti tali kecil (string). Selanjutnya, tali kecil tersebut dianyam menjadi Noken. Saat menganyam dibentuk suatu “cincin” lalu diikat menjadi simpul mati. Di daerah Paniai, Noken diberi hiasan agar semakin menarik. Hiasan ini terbuat dari kulit pohon anggrek baik yang berwarna kuning emas atau pun yang berwarna hitam. Noken terbuat dari bahan alami yang ramah lingkungan. Tak hanya terbuat dari kulit kayu, Noken juga dibuat dari benang katun, bahkan dari benang wol.

 

Fungsi noken

Noken sebagian besar dimanfaatkan masyarakat di pedesaan atau pegunungan Papua untuk membawa hasil kebun, kayu api, atau ternak yang dipanen dari kebun untuk dijual di pasar atau sebaliknya. Pelajar dan mahasiswa juga banyak yang menggunakan Noken, berukuran kecil, untuk membawa buku dan alat tulis. Kaum bapak memanfaatkan Noken untuk membawa buah pinang, sirih, maupun tembakau ketika hendak bersosialisasi dengan teman dan kerabatnya. Sedangkan kaum ibu memfungsikan Noken sebagai gendongan bayi atau baby carrier. Seorang ibu kadang membawa dua buah Noken bahkan lebih. Saat menggendong bayi, beban tidak berada di pundak. Ujung tas Noken ditempatkan di atas kepala yang dekat bagian dahi.

 

Keunikan Noken

Yang menarik dari Noken ini adalah hanya orang Papua saja yang boleh membuat Noken. Membuat Noken sendiri dahulu bisa melambangkan kedewasaan si perempuan itu. Karena jika perempuan papua belum bisa membuat Noken dia tidak bisa dianggap dewasa dan itu merupakan syarat untuk menikah.

Berbagai suku di Papua dan Papua Barat menyebut noken dengan berbagai nama

 

Yang perlu diperhatikan

Sayangnya Keberadaaan noken kini sudah tidak lagi sebanyak dahulu. Pasalnya, masyarakat lebih memilih tas yang dinilai lebih praktis. Pengrajin noken kini pun tidak banyak dan sudah tua-tua umurnya.

oleh karena itu Akhir Maret 2011, Jero Wacik, Menteri Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, menandatangani tiga berkas nominasi Warisan Budaya. Berkas tersebut akan diserahkan ke UNESCO agar mendapat pengesahan dari badan PBB sebagai Warisan Budaya kita. salah satu warisan budaya itu adalah Tas tradisional Noken asal dari Papua. Noken didaftarkan sebagai Urgent Safeguarding of Intangible Cultural Heritage (Warisan Budaya Bukan Benda yang Membutuhkan Perlindungan Mendesak).

 

semoga bermanfaat (kk_13)

 

 

 

 

 

 

 

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

1 Comment + Add Comment

  • [...] postingan lalu, anda sudah mengenal beragam tas, seperti tas noken, dan tas berbahan agel. Kini ada satu tas etnik lagi yang akan saya bagikan pada anda.  Dari [...]

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!

ORDER & DELIVERY

Telp/SMS : 0822-16902044
BBM : 7E6D9C64
YM : cHat With mE
email : kriyalea@gmail.com

Pengiriman dilakukan setiap Hari Selasa dan Kamis.

LIKE US ON FACEBOOK

TRANSLATION

Live Traffic Feed

Feedjit Widget
free counters