BERBAGAI MACAM BAHAN KULIT TAS BATIK

Tas Batik Kombinasi KulitPada postingan lalu, anda telah mengetahui sekilas tentang tas batik dari bahan kulit. Kali ini saya akan berbagi info pada anda, kulit apa saja yang biasa digunakan untuk membuat tas batik dan apakah kelebihan dari kulit-kulit ini.

Ada beberapa jenis pilihan kulit yang lazim digunakan dalam membuat tas batik. Jenis kulit sangat mempengaruhi harga produksi yang berimbas pada harga jual. Di kota-kota besar, kulit reptile menjadi pilihan yang paling digemari. Pemilihan jenis kulit juga berpengaruh pada bentuk akhir dan kerapian tas batik. Berikut akan diuraikan karakter dari masing-masing kulit pada tas batik

1. Kulit Phyton

Kulit ular Phyton hingga saat ini dianggap memiliki strata paling tinggi. kulit Phyton memiliki karakteristik liat tetapi lunak. Karena sifatnya tersebut, bagi produsen tas batik, kulit Phyton sangat mudah dikerjakan dan hasilnya cukup rapi. Keunggulan kulit phyton lainnya yaitu berpori elastis sehingga jika terjadi kesalahan penjahitan, lubang bekas jahit dapat mengatup kembali dan proses jahit dapat diulang.

Hanya saja kulit ular phyton saat ini cukup mahal. Hal tersebut dikarenakan populasi phyton yang telah menipis. Kebanyakan ular Phyton didatangkan dari pulau Sumatera dan sebagaian daerah di Jawa. Phyton yang sering dimanfaatkan adalah jenis phyton reticulatus atau awam mengenalnya dengan sanca kembang dan blood phyton atau sanca batu. Sanca kembang dapat dapat tumbuh hingga lebih dari 4 meter sedangkan sanca batu rata-rata memiliki panjang 1,2 meter hingga 1,5 meter. Kulit didatangkan ke pulau Jawa dalam kondisi mentah kemudian disamak menjadi kulit siap pakai.

Kulit Phyton siap pakai sendiri di pasaran terdiri dari dua macam yaitu tipe doff dan glassing. Pada kulit tipe doff, warna akan terlihat soft dan kulit terasa elastis. Sedangkan kulit glassing adalah kulit yang diberi lapisan tertentu dan digosok dengan alat pemutar berkecepatan tinggi sehingga terlihat basah dan lebih mengkilat.

Beberapa penyamak kulit mempertahankan motif sisik pada ular untuk menunjukkan kesan natural dan eksotis sedangkan penyamak lainnya menghilangkan motif tubuh ular tersebut agar terkesan polos. Penghilangan motif dilakukan dengan pengecatan dan perendaman pada cairan kimia khusus kulit. Hal ini dinamakan teknik crusting dan memerlukan pengalaman serta keahlian karena proses crusting beresiko mengakibatkan kerusakan ataupun sobek pada kulit ular itu sendiri. Sebuah tas batik memerlukan 1 hingga 2 lembar phyton tergantung model

2. Kulit Cobra

Siapa sangka ular sangat berbisa ini menjadi kulit yang sangat cantik jika dimanfaatkan sebagai bahan baku tas batik. Kulit Cobra berkarakter tipis dan getas. Kulit cobra yang dijual hampir semuanya berjenis glassing mengkilat. Kulit cobra memiliki panjang berkisar 1,3 meter dengan lebar tengah 10 cm. Kulit ini mudah sekali dijahit tetapi tidak boleh ada kesalahan saat menjahitnya karena porinya yang frigid membuat bekas lubang jahitan pada kulit cobra tidak dapat mengatup kembali. Ular Cobra masih cukup mudah ditemui di sekitar pulau Jawa. Sebuah tas batik memerlukan 3 hingga 5 lembar kulit cobra tergantung model

3.Kulit Kambing dan sapi

Kulit kambing maupun sapi memiliki sifat yang hampir sama. Kulit hewan ini berkarakter tebal, liat dan lebih keras. Untuk menghasilkan kualitas yang bagus, dalam membuat tas batik berbahan kulit sapi ataupun kambing memerlukan mesin jahit bertenaga besar dengan sepatu jahit ganda. Mesin jahit kulit kelas industry berat lebih presisi dan konstan saat menjahit kulit sapi dibandingkan dengan mesin jahit kulit portable rumah tangga. Hanya saja mencari mesin tipe industry-berat memerlukan kesabaran mengingat diimpor terbatas dan harus dalam partai besar.

Kulit sapi yang tebal memerlukan alat tambahan lain berupa mesin seset. Dengan mesin ini bagian dalam kulit akan dikelupas terlebih dahulu sehingga mencapai tebal yang ideal, kemudian dijahit. Kulit kambing dan sapi yang baik memiliki ciri antara lain, ketebalan rata di seluruh permukaan, warna yang seragam dan tidak mudah luntur, tidak berbau cat secara berlebihan serta lunak. Sebuah tas batik kombinasi kulit sapi dan kambing memerlukan 3 hingga 5 feet square kulit

4. Kulit Ikan pari

Tas batik dengan kombinasi kulit ikan pari memang belum terlalu banyak beredar. Kulit Ikan pari bersifat sangat keras, tebal dan frigid. Sifat tersebut menjadikan pembuatan tas berbahan ikan pari memiliki kesulitan paling tinggi. Jarum jahit menjadi tumpul bahkan patah merupakan konsekuensi untuk menciptakan sebuah tas yang sangat elegan. Kulit ikan pari memiliki grade tertinggi saat ini dibandingkan dengan phyton maupun kulit mamalia. Dengan warna warna cerah yang dibalut glossy, tas batik kombinasi kulit pari identik dengan kesan elegan dan ekslusifitas mengingat jumlahnya yang masih langka. Untuk membuat sebuah tas batik, dibutuhkan 2 hingga 3 lembar kulit ikan pari

 

Semoga bermanfaat (kk_41)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!

ORDER & DELIVERY

Telp/SMS : 0822-16902044
BBM : 7E6D9C64
YM : cHat With mE
email : kriyalea@gmail.com

Pengiriman dilakukan setiap Hari Selasa dan Kamis.

LIKE US ON FACEBOOK

TRANSLATION

Live Traffic Feed

Feedjit Widget
free counters