BATIK TUBAN

Selain batik Ponorogo, batik yang terkenal di provinsi Jawa Timur adalah Batik Tuban.  Batik ini termasuk batik yang khas di Jawa timur karena proses pembatikannya dimulai dari bahan kain yang digunakan untuk membatik dipintal langsung dari kapas. Jadi gulungan kapas dipintal menjadi benang, lalu ditenun, dan setelah jadi selembar kain lalu dibatik. Batik ini kemudian disebut Batik Gedog.

Batik ini sudah dikenal sejak lama.

Nah, bagaimana sejarah dan motif dari batik Tuban?

Mari telusuri artikel berikut.

BATIK TUBAN

Sejarah Batik Tuban

Tuban dalam sejarahnya memiliki 3 corak kebudayaan yang tetap hidup hingga sekarang. 3 corak kebudayaan tersebut adalah

1. Jawa, yang meresap saat wilayah ini dalam kekuasaan jaman Majapahit (abad XII-XIV)

2. Islam, karena diwilayah ini hidup seorang ulama yang ternama yaitu Sunan Bonang (1465- 1525 M)

3. Tiongkok(cina), karena di Tubanlah para sisa lascar tentara kubalai khan melarikan diri dari kekalahannya pada saat menyerang Jawa di awal abad XII, hingga kini masyarakat keturunan ini banyak bermukim di Tuban.

ketiga kebudayaan tersebut pun mempengaruhi motif-motif pada batik Tuban.

Dalam buku Batik Fabled Cloth of Java karangan Inger McCabe Elliot dikatakan sebenarnya batik Tuban mirip dengan batik Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Kemiripan ini terjadi pada penggunaan benang pintal serta penggunaan warna merah dan biru pada proses pencelupan. Namun ketika Kota Cirebon mengalami perubahan dramatis dengan diikuti perubahan pada batiknya, tetapi batik Tuban tetap mempertahankan keaslian seperti semula.

Dahulu batik tulis ini hanya digunakan untuk upacara-upacara tradisional masyarakat Tuban seperti sedekah bumi, pernikahan, pemakaman.

Pada perkembangan jaman, sekarang ini penggunaan batik tulis Tuban tidak hanya untuk upacara-upacara adat, namun telah meluas pada penggunaannya seperti ; taplak meja, sarung bantal, dekorasi, hiasan dinding, model baju modist baik untuk pria dan wanita.

 

Motif Batik Tuban

Batik Tuban mempunyai ciri khas yaitu warna yang beragam dan ngejreng.

Motif Batik Tulis Tradisional Tuban sangat dipengaruhi nilai-nilai budaya jawa, islam, dan tiongkok. Misalnya, gambar-gambar burung pada motif batik tulis Tuban terpengaruh dari budaya tiongkok. Hal ini bisa dilihat dari gambar burung yang dimotifkan pada batik tulis tersebut, burung  Hong.

Sedang pada motif bunga jelas terlihat adalah motif-motif tradisional yang sejak lama dibuat dihampir seluruh wilayah pulau Jawa. Sedangkan pengaruh islam pada motif batik tulis tuban terlihat pada motif dengan nama yang religious seperti kijing miring.

Beberapa motif batik Tuban yang terkenal di antaranya adalah guntingan dan macanan.

Dalam hal tata warna, pada mulanya batik Tuban dibatasi pada warna biru indigo, merah mengkudu, hitam, dan putih serta kekuning-kuningan yang berasal dari akar mengkudu.

Namun belakangan mulai muncul tata warna putihan, yaitu latar putih dengan corak hiasan berwarna biru tua dan hitam; tata warna pipitan, yaitu latar putih corak berwarna merah atau biru tua, dan tata warna bangrod, yaitu latar putih dengan motif berwarna merah.

 

 

Hm..Indonesia benar-benar kaya akan batik, bukan?

Mari cintai batik (kk_33)


Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!

ORDER & DELIVERY

Telp/SMS : 088-16157430
BBM : 3153AB35
YM : cHat With mE
email : kriyalea@gmail.com

Pengiriman dilakukan setiap Hari Selasa dan Kamis.

LIKE US ON FACEBOOK

TRANSLATION

Live Traffic Feed

Feedjit Widget
free counters